Type Here to Get Search Results !

Helat Batagak Gadang Malewakan Gala, Tiyur Resmi Menyandang Gelar Datuak Marajo

Ketua Umum panitia Zul Efendi dan ketua IV Agamudin memberikan undangan batagak gadang malewakan gala ke Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.


PADANG PARIAMAN, -- Mambangkik batang tarandam, mampakuaik suku sarato kaum. Semangat inilah yang membuat kaum Suku Koto di Korong Koto Panjang, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Padang Pariaman menggelar helat batagak gadang, malewakan gala Datuak Marajo.


Gelar adat itu sudah agak lama terbenamnya, dan Senin 1 Februari 2026 kembali dibangkitkan di labuah nan golong di pasa nan rami. Acaranya 31 Januari hingga 2 Februari 2026.


Ketua Umum Panitia, Zul Efendi menyebutkan, kegiatan malewakan gala di mulai Sabtu akhir Januari ini. Di mulai dengan acara suntiang niniak mamak, seperti tambua tasa, salung dan kesenian Minang lain. Terus Ahad buru babi yang digelar oleh Porbi Padang Pariaman, dan Senin puncak batagak gadang malewakan gala Tiyur Datuak Marajo.


"Disebut sebagai helat besar, karena seluruh dunsanak dan kaum Suku Koto dalam Nagari III Koto Aur Malintang Selatan ikut serta. Perantau ikut. Malak menjadi kekuatan besar dalam helat adat salingka nagari," kata Tene, sapaan akrab Zul Efendi yang didampingi Ketua IV Panitia Agamudin, Rabu 28 Januari 2026.


Menurut Tene, 300 kepala keluarga yang terhimpun dalam kaum Suku Koto ini, telah melampaui dari kegiatan ini. "Kita sudah beriya-iya dan berbukan-bukan. Masing-masing kepala keluarga dikenakan beban helat ini," katanya.


Sebagai alas lungguknya, masing-masing kepala keluarga itu dikenakan rendahnya Rp100 ribu, beras dua liter, telor 15 butir, gula sekilo. Itu rendahnya. Tingginya tidak dibatasi, semakin banyak pemberian kaum dunsanak itu akan semakin memperlancar helat ini.


"Alhamdulillah, dukungan moril dan materil dari rantau cukup lumayan. Kita berharap, alek batagak gadang malewakan gala Tiyur Datuak Marajo ini sukses dan lancar, sesuai yang sudah diagendakan panitia," ujar Tene.


Segala rukun syaratnya, telah, sedang dan akan dilalui. Mengundang niniak mamak, pangulu, ada aturan tersendiri yang harus diikuti. Pangulu dan niniak mamak ini di atasnya, basa adat dan rajo adat. Basa adat ini dipegang oleh Rangkayo Bandaro, sementara rajo adat dipegang oleh Rajo Sadeo.

Posting Komentar

0 Komentar

Below Post Ad