![]() |
| Dalam rangka melestarikan budaya Minangkabau sekaligus menumbuhkan karakter generasi muda yang beradat, SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak melaksanakan kegiatan “Minang Day. |
Sungai Sariak, 2 Oktober 2026 — Dalam rangka melestarikan budaya Minangkabau sekaligus menumbuhkan karakter generasi muda yang beradat, SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak melaksanakan kegiatan “Minang Day: Basamo Manjago Budayo, Mambangun Generasi Mudo nan Baradaik” pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Penilaian Praktik Ujian Keminangkabauan yang melibatkan peserta didik kelas X, XI, dan XII dengan materi yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran masing-masing fase.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengarahan oleh guru pembimbing, Novica Andriani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan kepada peserta didik menggunakan bahasa Minangkabau, sejalan dengan semangat kegiatan “Sahari Babahaso Minang”. Pengarahan tersebut sekaligus menjelaskan teknis kegiatan serta kriteria penilaian yang harus diperhatikan oleh setiap peserta.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak, Ratna Wilis, M.Pd., tepat pada pukul 07.30 WIB. Setelah acara pembukaan, seluruh peserta didik diarahkan untuk mempersiapkan diri dan menuju lokasi penilaian yang telah ditentukan.
Menampilkan Simbol Pakaian Adat Minangkabau
Rangkaian penilaian pertama dilaksanakan di lapangan basket SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak melalui penampilan Simbol Pakaian Adat Minangkabau. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas XI F1 dan XI F2.
Para peserta menampilkan berbagai pakaian adat Minangkabau sekaligus menjelaskan makna dan simbol yang terkandung di dalamnya. Penilaian dilakukan oleh dewan juri, yaitu Azizatul Hayat, S.Pd. dan Elsa Asriani, S.Pd.
Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mengenal bentuk pakaian adat, tetapi juga memahami nilai, makna, identitas, serta filosofi yang melekat pada setiap unsur pakaian adat Minangkabau.
Sumbang Duo Baleh: Belajar Adab dan Tingkah Laku
Pada waktu berikutnya, peserta didik kelas X Fase E menampilkan materi Sumbang Duo Baleh.
Sumbang Duo Baleh dalam kegiatan ini dipahami sebagai larangan atau aturan adat mengenai tingkah laku yang tidak pada tempatnya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Melalui penampilan tersebut, peserta didik mempraktikkan pemahaman tentang bagaimana bersikap, bertutur kata, dan menempatkan diri sesuai dengan nilai-nilai adat dan sopan santun Minangkabau.
Penampilan peserta didik kelas X Fase E dinilai oleh Elmar Sasmida, S.Pd. dan Netti Erawati, S.Pd. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta didik untuk menghubungkan pengetahuan tentang adat dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kato Pasambahan, Warisan Tutur yang Sarat Nilai
Pada saat yang bersamaan, peserta didik kelas XII Fase F melaksanakan penilaian praktik Kato Pasambahan. Penampilan ini dinilai oleh Lili Deswita, S.Pd. dan Melati, S.Pd.
Kato pasambahan merupakan salah satu bentuk komunikasi adat Minangkabau yang mengedepankan penghormatan, tata krama, kesantunan, kemampuan berbicara, serta penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi adat.
Dalam praktiknya, peserta didik dituntut mampu menyampaikan kato pasambahan dengan memperhatikan pengucapan, intonasi, ekspresi, sikap, kelancaran, serta kesesuaian isi dengan konteks adat.
Ditutup dengan Makanan Sehat dan Buah
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Minang Day berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Kegiatan penilaian kemudian ditutup dengan makan makanan sehat dan buah-buahan sebagai bentuk edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian praktik, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Peserta didik belajar bahwa budaya bukan sekadar pengetahuan yang dipelajari di dalam kelas, melainkan nilai yang dapat dihayati, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Apresiasi untuk Seluruh Pendukung Kegiatan
Guru pembimbing Novica Andriani, S.Pd. menyampaikan terima kasih kepada Kepala sekolah dan bapak ibu wakil Pimpinan, Majelis Guru,Tata Usaha,Pustaka, pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan Minang Day, khususnya para wali kelas:
Lismaini, S.Pd
Aliar S.Pdi
Dara Anggraini S.Pd
Rita Suharni S.Pd
Sri Mardona S.Pd
Diah Saputri S.Pd
“Terima kasih kepada para wali kelas yang selalu berjibaku, mendampingi, dan membantu kelancaran kegiatan kita hari ini,” demikian apresiasi yang disampaikan atas dukungan selama pelaksanaan kegiatan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim dokumentasi SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak, yaitu Andri Kurniawan S.Pd, Siska Marlina S.Pd, Dea Armes, dan Fadiyah, yang telah mengabadikan berbagai momen dalam kegiatan Minang Day.
Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga budaya Minangkabau di lingkungan sekolah, sekaligus membangun generasi muda yang mengenal identitas budayanya, menjunjung tinggi sopan santun, serta mampu menerapkan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.
“Basamo manjago budayo, mambangun generasi Mudo nan baradaik.”
Novica Andriani, S.Pd.

Posting Komentar
0 Komentar